Filed under:
Team SAR Taken: Saturday, December 16 2006, 23:21
Camera: Panasonic Dmc-fx7
Flash: On
Focal Length: 5.8 mm
Exposure: 1/60 sec
Aperture: F/2.8
ISO: 400
White Balance: Auto
Exposure Compensation: +0.0 ev
Caption: Berpose bersama sesaat sebelum HL masuk ke mobil diantar Bachrun pulang.
Headline: HUT MAPALA UI ke 42, 16 December 2006
Category: Team SAR
Copyright: Noniek Poey (c)
Naniek Setijadi
February 8, 2007 09:41
Ini adalah catatan dari Pak Bachrun yang di email ke saya Desember 2006 y.l.
Mbak Naniek Yth
(Mbak Naniek, mohon sekedar back ground information dari saya Bachrun Suwatdi, Mapala UI M-031, mohon jangan dijadikan bahan reference, tolong nanti dilakukan cross check dulu pada teman2 Mapala UI senior lainnya ataupun tim SAR Willy Arief lainnya.
Tim SAR Willy Arief terdiri dari Mapala UI, Wanadri, Bandung dan beberapa pendaki2 gunung lainnya misalnya SHMC(tim pendaki gunung surat kabar Sinar Harapan)
Selamat Malam, tadi di mobil saat mengantar Herman O. Lantang, Herman cerita berdasarkan ingatan dia tentang Tim SAR Willy Arief (waktu itu kita menyebutnya tim SAR tsb seperti itu, di kita para pendaki, khususnya Mapala UI andaikata ingin membantu
dalam suatu kecelakaan gunung selalu saat itu memberi nama pada Tim SAR-nya, Misalnya saat itu tim SAR Willy Arief, pada saat ada anggota Mapala UI Alm Soe Hok Gie-M007 yang mengalami musibah di gunung, kita menyebutnya tim SAR dengan sebutan yang lain lagi,
catatan Bachrun Suwatdi)
Kita Mapala UI, waktu itu secara resmi belum terbentuk Mapala UI, yang ada Mapala Pradnya Paramita Fakultas Sastra UI, markasnya letaknya di Zaal A Asrama UI
Pegangsaan Timur, Kamarnya Herman Lantang. Anggotanya khususnya mhs2 Fak Sastra UI, seperti Herman O. Lantang, Mbak Yayu dll, walaupun demikian kita juga merangkul dan berteman baik dengan para pendaki lainnya baik di dalam lingkungan UI ataupun diluar
itu. Kalau menurut Herman Lantang, dengan terjadinya Musibah Alm Willy Arief yang membuat kita para pendaki gunung di UI lebih solid lagi sehingga membuat terbentuknya Mapala UI sebagai salah satu wadah
pencinta alam di lingkungan UI.
Di UI ada lagi wadah pendaki gunung lainnya misalnya untuk Mahasiswa Fak Teknik UI ada Kappa UI
Tglnya saya lupa, Herman mendapat informasi pertama kali adanya musibah dari yang melanda Willy Arief dari Toto Karno, waktu itu Mahasiswa Kedokteran UI, Katanya
saat itu, ada mahasiswa kedokteran yang nyasar di Gunung Gedeh (tolong crosscheck lagi informasi ini).
Kita semua kaget, sebab baru setahun yang lalu yaitu di bulan Desember 1970
Kita kehilangan Alm Soe Hok Gie, Mapala M 007 dan Idan. Lubis (keponakannya Mochtar Lubis, wartawan senior) di Gunung Semeru.
Walaupun kita tidak kenal secara pribadi dengan Willy Arief, segera kita berembuk mau kirim tim SAR pionir
yang terdiri dari;
1. Herman O. Lantang Fak Sastra UI
2. Heru Budiargo Fak Ekonomi UI
3. Henry Walandauw FISIP UI
4. Iqbal FISIP UI
5. Toto Karno FKUI
6. BH Samekto (yang kita sebut Totok juga) Fak Sastra UI
7. Aristides Katoppo (menyusul, Pemred Harian Sinar Harapan, SHMC)
8. Rudy Badil (Fak Sastra UI)
9. Don Hasmas (Grup SHMC, kelompok pendaki Koran Sinar Harapan), belakangan Don ikut menjadi anggota Mapala UI
10 Alex Mesack FISIP UI tel; 0812 909 7151
Dengan biaya pribadi atas dari kantong masing2, tim Sar inti berangkat lebih awal, menyusuri jejak2 tim Willy Arief (untuk jelasnya tanyakan pada Herman O. Lantang).
BH Samekto setelah di daerah Salabintana Sukabumi, 2 hari kemudian balik ke Fak Sastra UI mengabarkan teman2 pendaki gunung lainnya, kita berangkat sebagai tim susulan
Ikut saya (Bachrun Suwatdi)
Sukiato (Fak Psikologi UI),
Ngesti Sugarda (Fak Sastra UI)
Hans Nelwan (Fak Sastra UI)
Kartini Panjaitan (Fak Sastra UI)
Ida Pasaribu (sekarang Ida Luhukay) Fak Sastra UI
Mbak Yayu, Yudi Hidayat dll pendaki masih banyak lagi(saya lupa)
Mbak Yayu dan Yudi ini kemudian menjadi suami istri.
Mbak Yayu ini sekarang Prof DR Yayu Surtiati
Sutarnadi, Wakil Dekan dan gurubesar di Jur Perancis FIB UI –Fak Ilmu Budaya UI (dahulu Fak Sastra UI)
Mbak Yayu ini adalah kakaknya Toto Karno (sekarang DR Toto Karno, spesialis ginekolog FKUI), anggota tim SAR Willy Arief,
Mbak Yayu, suaminya Yudi Hidayat Sutarnadi juga anggota Mapala yang ikut juga tim SAR Willy Arief.
Saya dengan Sukiato di Base Camp di Salabintana ngatur perbekalan dan dapur.
Itu saja yang saya ingat dari hasil omong2 dengan Herman O Lantang.
Terima kasih,
Bachrun Suwatdi
(maaf Mbak Naniek, nama saya di kalangan Mapala dengan urutan demikian, tapi nama resmi di KTP adalah Suwatdi Bachrun)