In Memoriam Poey Boen Hauw alias Arief KusnantoMerbabu

 Archive | Next
 : Friday : 15. May 1970 next »

Friday : 15. May 1970



Filed under: Merbabu
Caption: In Memoriam Poey Boen Hauw - Achir tahun 1970
Headline: Poey Boen Hauw
Category: Gunung
Copyright: RSo (c)

32 Comments “”

Yeu Bing Djien
September 17, 2006 16:31

Namanya Poey Boen Hauw (Arief Kusnanto), kelas 3D 1969, Kolése Loyola, Semarang. Dulu tinggal di Jalan Seroja.

Terima-kasih banyak buat cerita² dan reaksi² tentang almarhum Poey Boen Hauw (Arief Kusnanto).

Poey Boen Hauw dulu punya banyak sahabat dan kenalan, saya sendiri juga kenal cukup baik dengan Poey Boen Hauw. Pada waktu saya mahasiswa di Trisakti (Jakarta), Poey Boen Hauw masih datang di tempat saya, seperti dulu saja pada masa Kolése Loyola (SMA) di Semarang.

Pada waktu itu Poey Boen Hauw kena kecelakaan fatal di gunung Pangrango itu, tidak sendirian, tetapi bersama seorang rekan pendaki-gunung yang lainnya, seorang mahasiswa UI, anak tunggal, yang juga meninggal karena kecelakaan yang sama. Pendakian Gunung Pangrango ini sudah untuk ke-sekian kalinya bagi Poey Boen Hauw, seingat saya yang ke-7, setiap selesai pendakian di gagang pisaunya dibuatnya satu tanda gorèsan, demikian pernah dikatakannya. Poey Boen Hauw adalah putra tertua (di dalam keluarga Poey Hwie Tiong), punya seorang kakak-perempuan dan sejumlah adik (seingat saya semuanya adik perempuan).

Hobby besar lainnya pada waktu di SMA adalah radio amatir.

Poey Boen Hauw dikebumikan di Jati Petamburan, Jakarta, pada waktu upacara pemakamannya banyak sekali yang hadir.
August Handoko
September 17, 2006 16:33

Teman2, saat pendakian, Willy dan PBH memutuskan utk pisah dg rombongan dan potong jalan sendiri. Mungkin merasa sdh bbrp kali naik Pangrango dan tau situasinya. Gak taunya saat sampai di sebuah air terjun, terjadi kecelakaan pada mereka. Saat pencarian jasad PBH, rekan2 Orari dari seluruh Indonesia banyak yg mendaki Pangrango, termasuk Ibunya yg tidak mau turun sebelum menemukan jasad sang putra terkasih. Waktu itu ramai sekali radiao2 dan srt kabar merelay berita ttg mereka berdua. Saat2 terakhir pencarian diputuskan seluruh Tim akan meninggalkan lokasi krn telah ber-minggu2 dicari tanpa hasil, dan diadakan doa bersama sekita danau dibawah air terjun. Saat doa bersama berjalan, salah satu melihat sesuatu mengambang dipermukaan. Ternyata setelah ditarik, jasad PBH dalam pullover merah. Dulu wkt myanyi di band kami pernah pakai pullover itu, sy warna coklat tua, PBH merah maroon. Setelah diperiksa ternyata tubuh PBH utuh hanya baret2 sedikit, sedang Willy hancur dibawah air terjun. Analisa saat itu, Willy jatuh terpeleset dari atas air terjun kebawah. PBH berupaya menolong, jalan memutar turun. Sampai dibawah brgkali sdh gelap, dan akhirnya beliau terpeleset juga (kecapaian dan panik kali, bisa dibayangkan) tapi langsung tenggelam di dasar danau yg dingin. Makanya ber-minggu2 dicari tidak ketemu, dan tubuhnya awet tidak membusuk krn dingin spt dlm air es. Dengan kekuatan doa, Tuhan berkenan mengangkat jasadnya kepermukaan pada saat2 terakhir.
Waktu aku datang ke rumahnya di Jl. Seroja setelah bbrp tahun kejadian, Ibunya gerung2 dalam pelukanku. Andaikan masih ada, tentu sdh segede kamu. Kebetulan tinggi kami hampir sama, cuma PBH lebih sterek. Sejak itu aku tidak berani muncul2 lagi ke Mamahnya, takut menimbulkan kesedihan yg mendalam ttg PBH. Memang dulu kita sering latihan nyanyi di rumahnya atau di rumahku atau di rumah sahabat kita Bing Djien. Saat SMA dia ter-gila2 radio amatir dan tiap malam sampai suntuk on air. Walau jarang belajar, masih bisa juga naik terus walau pas2an. Waktu tes IQ, ternyata Mam Goei (mamah Hway Ke) berkomentar, PBH memiliki IQ tertinggi, sayang angka2 kamu tidak sesuai krn krg rajin belajar! Lha wong dia gandrung Radio amatir, dan Sang Guru tidak tau. Kamarnya berantakan dengan segala macam onderdil rd. amtr.
Sekarang aku kepingin juga menjenguk ortunya lagi toh sdh lama sekali. Apa masih sehat, dan dimana tinggalnya apa ada yg tau?
Demikian teman2 tambahan materi mengenang PBH, teman kita di SMA Kelas IIID Loyola, Semarang.
Salam,
August Handoko
Bing Djien
September 17, 2006 16:38

Aku ingat sesuatu lagi, setelah hasil IQ-test diumumkan (di Kolése Loyola), setiap murid diberi semacam rapport tentang hasil IQ-test masing² murid, wah Boen Hauw sendiri ndak bisa percaya bahwa angka²-nya tinggi semua, ditunjukkan kepada aku, wah memang ciamik sekali hasilnya .... kepandaiannya ini sedikit-banyak bisa dilihat dari kemampuannya untuk ber-inisiatif dan melaksanakan sesuatu, juga énèrginya yang besar itu. Menjelang berangkat ke Nederland aku ingat lagi, aku masih mampir di rumahnya di Jalan Seroja, waktu itu taciknya yang ada di rumah, terus dikeluarkannya sebuah album besar yang berisikan foto² lama yang semua ada Boen Hauw-nya, foto² itu dikompilasi oléh taciknya, mungkin sekali album ini sekarang masih ada, mungkin ada yang bisa cari info. Karena tidak berhasil ketemu orang-tuanya, maka aku di lain kalinya menemui mereka di toko-kainnya itu di Pasar Johar.
Salam, B.Djien.
Bing Djien
September 17, 2006 16:39

Poey Boen Hauw mémang IQ-nya tinggi sekali, terbukti kalau ada IQ-test di sekolah, Boen Hauw score-nya selalu adalah yang paling tinggi daripada murid² yang lainnya, banyak score-nya yang maksimal untuk bagian² IQ-test tertentu. Sayang sekali, bahwa Boen Hauw orangnya tidak bisa tekun belajar, tidak tahan stress-belajar, makanya angka² hasil ulangannya selalu sedang² saja.

Waktu di Kolese Loyola dulu, seringkali kalau hari bésok-nya ada ulangan, maka malam sebelumnya datang naik scooter ke rumah saya dan mengajak nòntòn film apa saja yang ada. Kalau hari Sabtu pagi (pukul 05:00) sering ramai² ikut berenang ke Siwarak, Ungaran, bersama teman² antara lain Kho Swan Bing (Bing Surya Dhanu), Tjoa Kian Gwan (Irawan Wijaya), Liem Tiong Gwan (Rubèn Yustiantò Romang), Lie Bwan Tong (Santosò Utòmò), satu-dua kali Liem Tjwan Hauw juga ikut.

Tjioe, kejadian ibunya gerung² juga aku alami ketika aku sekali sambang ke orang-tuanya (ber-teriak²: "Anak kita mati, anak kita mati"), kemudian aku segera pulang. Sebelum berangkat ke Nederland (di bulan Juni 1972), aku sempat pamit sebentar kepada orang-tuanya di toko-kain meréka di Pasar Johar, dan pas ada kedua orang-tuanya jaga toko.
Go Hong Sing
September 20, 2006 06:51

Willy Buntaran itu mahasiswa UI kedokteran sa'at itu tingkat 3. Sedangkan Boen Hauw, mahasiswa kedokteran tingkat SATU, mungkin
dari Univ. Kristen Indo. Si Boen Hauw itu sering ke indekoskku yg sa'at itu aku sekamar dengan Mr Kaypang. Malahan waktu mau berangkat masih pamitan sama aku ! Dia meninggal karena kesasar, kelaparan, ada banyak kabut. Lalu JATUH ke jurang !!

Aku dan Kaypang sa'at itu ikut mencarinya melalui PARANORMAL didaerah KOTA. Si Oom itu kontak dengan dayang2 Gunung Pangrango supaya dikembalikan. Lalu, si Kaypang diberi PETUNJUK untuk cari mbah2 (orang tuo / kakek2). Dia malam2 berangkat ! Wah, dia itu semangat tinggi !! Tapi aku nggak jelas, si Kaypang ini ketemu si mbah atau ... dayang2 gunung yg bisa bernafas !! Sebab, semalaman nggak PULANG !!

Aku takutnya dia sekalian dibawa oleh dayang2 gunung utk dijadikan ... gigolo ... / diperkosa ramai2, sebab sa'at itu dia kan masih IMUT2, punya PISANG SUSU ! (aku nggak ngerti warnanya seperti penjelasan2 Bingkie. Mungkin tanya dia langsung mumpung masih idup,saat itu warnanya apa
?? Mungkin ... metallic ....?)

Menurut Kaypang, ketemu sungai yg jernih ... lalu team pencari ada feeling, rasanya pasti dekat2 situ ... lalu mereka berdoa, TIBA2 ....MAYAT nya
si BOEN HAUW, .. mendadak ....... MECUNGUL ke permukaan air !! Wah, apa betul demikian, atawa karangan si Kaypang ... aku nggak tahu !! Sayangnya waktu itu belum banyak TV station swasta yg kerjanya nguber2 hantu, jadi ya kurang menarik ...

OK, sekian dulu kenangan utk kenakalan si kaypang !

NB: waktu itu si KAYPANG, HAMPIR ikut naik GUNUNG !! Kalau bener2, wah, Gaok 69 kehilangan 1 ekor anggota !! Tapi waktu itu kan masih bujangan , jadi misal mampus beneran ya belum ada isteri & anak2 yg ditinggal !! (yg nangisi .. kurang banyak !) Tapi aku ikut nangis .... sebab ... mesti bayar INDEKOS utk ...2 orang !!
Hing Tjhwan (john)
September 20, 2006 08:10

Senang sekali saya bisa berjumpa (kontakt) dengan teman², rekan dan sahabat dari almarhum Poei Boen Hauw teman baik saya yang biarpun hampir 36 tahun telah meninggalkan kita semua, akan tetapi masih meninggalkan jejak dan kenangan yang indah didalam lubuk hati kita masing².
Mukanya yang selalu meriah dan tidak pernah murung selalu gembira dan cara berbicaranya yang cepat sekali 'sehingga mulut ber-buih²' (ini istilah dia sendiri kalau lagi QSO dengan rekan² dari ORARI), masih selalu terbayang jelas.
Lagu² dari Bee Gees (Morning Of My Life, Saved By The Bell, Words dan Don't Forget To Remember) yang dinyanyikannya di Fancy Fair sekolah Karangturi sepulang dari mendaki Merbabu masih saja terngiang ditelingaku sampai saat ini.
Orang tua almarhum dulu adalah pedagang yang mempunyai toko dipasar Johar dan rumahnya di jalan Seroja, tetapi sewaktu bulan Maret tahun ini aku kesana kelihatannya mereka sudah tidak tinggal disitu lagi, aku juga tidak tahu nama mereka, jadi tidak bisa bertanya, tolong kalau ada yang tahu nama dan alamatnya mohon saya diberi tahu.
Kho Han Tjioe
September 20, 2006 08:11

Hing Tjhwan, temen yg kamu sebut2 itu namanya Arif Koesnanto/Poei Boen Hauw, temen sekelas dan duet di Band jaman SMA dulu. Dia jatuh di Gn. Pangrango Jabar. Eh ternyata kamu punya banyak foto koleksi yg ada Boen Hauw, tentu teman2 Loyola akan sangat senang saya forward ini. Waktu terakhir sebelum naik Merbabu kan nginep di kost kita sekamar dg aku. Dia sempat pamer segala perlengkapannya, dan cerita mau naik Gn Pangrango sesdhnya. Eh gak taubya trus good bye gak kembali lagi. Apa kabarmu Tjhwan?
Salam,
August Handoko - Kho Han Tjioe
Edhi Siswoyo
September 20, 2006 08:33

Rasa-ne kita pernah tahu juga Boen Hauw ini, kalau ndak salah inget dulu dia sama Han Tjioe di juluk-in Everly Brothersnya Semarang ????? Seingetku aku pernah nonton dia sama Han Tjioe nyanyi, apa di Semarang ( Picollo band?) apa di social eveningnya Satya Wacana, apa dimana ya ???
Dulu aku pernah ke slimur antara Boen Hauw dan Bing Djien..... :-)
Edhi Siswoyo
Han Tjioe
September 20, 2006 08:36

Thank you so much utk sharing kenangan indah bersama saudara PBH Alm. Memang lagu favorit kami bersama dulu Lagu2 Bee Gess, lagi IN kan? Juga lagu2 abadi Everly Brothers, menjadi kesukaan kami. Saya banyak belajar dari beliau. Betul anda , PBH selalu riang tidak ada kamus susah bagi dia. Orangnya penuh bakat dan punya buanyaak hobby. Selalu semangat dan anthusias. Aku sering dibonceng vespanya, nge-band di-mana2 di Semarang. Humornya juga tinggi. Papienya masih kakak ipar sepupu dari tanteku. Yah kenangan ttg dia kalau digali tidak akan habis2nya.

Bing Djien juga punya banyak kenangan ttg dia termasuk data2 pribadi PBH
Yeu Bing Djien
September 20, 2006 08:40

Anda betul Oom Han Tjioe, kita mémang ndak usah malu² atawa sungkan² buwat sharing kenangan manis bersama Boen Hauw, si suara nafas yang dulu duèt merdu bersama Oom Han Tjioe, ingat pada lagu bagus dari The Thunderbirds yang dibawakan juga oleh duèt August-Arief: "You Were Made For Me To Love", Boen hauw nyanyi-nya sampai merem², "The Everly Brothers Semarang " bernyanyi duèt di depan siswi² Bòn Dalem, terus dapet applause yang luar biasa besarnya (dimintai tanda-tangan).
Salam, BD.
Hing Tjhwan
September 21, 2006 18:09

Tjioe, ternyata kenangan yang ditinggalkan almarhum Boen Hauw itu tetap meninggalkan memory manis yang tidak terlupakan dihati kita semuanya, ini membuktikan disaat hidupnya dia sangat disenangi dan dicinta oleh semua teman-temanya.
Mukanya yang selalu riang dan tidak pernah murung, bahkan tatkala kita berdua baru saja jatuh naik sepeda motor, dengan setengah merintih kesakitan dia masih bisa tertawa ter-bahak² atas kebodohan kita tadi
'ngeboh diatas pasir'. :-)
Kita sering pergi bersama, bahkan pernah keliling seluruh Jawa Timur dimulai dari pantai utara ke Surabaya, Madura lalu ke Banyuwangi lewat pasir putih (sayang fotonya ndak ketemu, mungkin hilang kebanjiran
diSmg) lalu menyeberang ke Bali dan pulangnya lewat jalur Semeru Selatan yang indah pemandangannya, naik ke Sarangan dan lewat Tawangmangu pulang ke Semarang (Salatiga) kembali.
Foto² tentang perjalanan itu (Madura, Bali dan Sarangan) sudah aku scan dan sudah bisa dilihat di Websitenya Boen Hauw ini (Lihat Category Bali, Madura dan Sarangan).
Perjalanan keliling ini kita lakukan bertiga dengan Tik Gwan (anaknya yg punya pabrik rokok Dami - Welahan) dia yang paling kaya diantara kita dan yang punya mobil VW kodok tahun 1964.
Bing Djien
September 21, 2006 18:12

Aku juga mau mengirim kepada kamu beberapa foto bersama Boen Hauw dan teman² Loyola lainnya, foto² tahun 1969, tahun terakhir di Kolése Loyola, setahun sebelum Boen Hauw kena kecelakaan fatal di Gunung Pangrango.

Dulu Boen Hauw dan aku beberapa kali naik scooter atau brompit pergi ke Kudus khusus untuk makan soto Kudus saja, memang sedep kalau makan di tempatnya sendiri. Boen Hauw juga pernah sekali aku ajak berlibur ke kota Malang, liburan tradisional keluarga kami kalau berlibur, ada famili² di sana, kesanku Boen Hauw senang di Malang. Juga Tjoa Kian Gwan (Gwanny) (Irawan Wijaya) dan Oei Tjong Sioe (Susilo Wibowo) pernah aku ajak di kesempatan yang lainnya.

Salam, Bing Djien.
Freddy
September 25, 2006 07:22

Boen Hauw (Arief Kusnanto) alm. teman kita, hilangnya di G. Pangrango pada jalur arah ke G. Putri. Memang dia habis pulang dari Semarang waktu liburan, dan minta dirayakan ulang thn nya (17 Agustus), dan bilang ini adalah ulang tahunnya yang terakhir, abis ini ndak akan minta dipestakan lagi. Dia juga sempat mendaki g. Merbabu pada saat liburannya.
Sekembalinya ke Jakarta, sekitar 2 September 1970 dia mendaki gunung lagi dan hilang, baru ketemu 21 hari (3 mingggu, bukan 3 bulan) setelah pencarian dan ketemu serta dinyatakan meninggal tgl. 30 September 1970. Saya dibangunkan oleh Tris Budiono ditempat kostku, dikasih tahu Boen Hauw hilang, terus ikut mencari dan tinggal digunung sekitar 3 mingguan sampai ketemunya.
Banyak sekali ceritanya tentang pencarian ini, rasanya pernah aku ceritakan dalam maillinglist ini, aku udah lupa kapan.
Gitu nDjien, latihan ngetik ini, lumayan sudah bisa 10 jari walaupun masih salah2 tangan kanannya sehingga perlu koreksi dulu.
Salam dari Semarang.
Freddy
Freddy
September 25, 2006 20:08

Guys,
adik dari almarhum yang paling disayang adalah Naniek (biasanya panggil dia Nonik), dengan email address terlampir.
Papi dan mami Hoey Tiong masih tinggal bersama dia kalau ndak salah.
Memang Boen Hauw bisa dekat dengan siapapun, sehingga dengan group2 manapun bisa kumpul.
Di ORARI, dia punya callsign YC2BX, yang dimiliknya sejak masih SMA. Pada saat jenasahnya ketemu, dikamar mayat RSUP saya bertemu banyak rekan2nya dari ORARI yang bergabung. Pemancar dari Boen Hauw yang di Jl. Sadang - Jakarta dibawa pulang ke Semarang untuk disimpan dimuseum ORARI, tapi ndak tau kemana larinya tuh sampai sekarang.
Saya ingat selalu bersama 2 orang sewaktu pencarian Boen Hauw yang kalau ndak salah familinya, tapi ndak inget blas siapa mereka. Malah sampe ketempat Oom Handojo di Krukut barang sama mereka, itu seorang paranormal beragama Buddha yang membantu pencarian Boen Hauw.
Kalau tetangganya sebelah rumah di Sadang, aku masih ingat, Phytagoras sama kakak iparnya Wawan.
Banyak kisah mystik yang penuh mystery yang kami alami selama pencarian.
Sekedar kisah yang melintas dalam ingatan sewaktu membaca email ini.
Freddy.
Nonik Poey
September 25, 2006 20:47

Thanks for forwarding this email and the photos of my beloved brother Boen Hauw.
It's been 36 tahun this September, tapi aku tiba-tiba kemarin masih kangeeeeen......banget.......hix :(
So the photos are just right on time.......hehehe......kamsia ya. He was the best brother!!!!.

Boen Hauw kecelakaannya di Gn. Pangrango bukan di Burangrang, dan hilang 3 minggu, bukan 3 bulan.
Terus yang pake kaos putih itu apa namanya koh Djono ya?, rasanya kok aku inget wajahnya. Bener ga sih?.
Kalau bener, sekarang ini beliau dimana?. Udah tua kali ya......hahaha......

Again, kamsia banget.
Take care & salam ya,
-non-
Edhi Siswoyo
September 26, 2006 13:06

kalau sekarang mungkin PBH termasuk anak2 Indigo, IQ tinggi,ndak seneng belajar di sekolah, energetik, banyak aktivitas,kreative, supranatural dll dll .
Anak2 Indigo sering di-selamur-kan dengan anak2 autis karena punya gejala mirip.
Mungkin Dr Swan Bie bisa lebih banyak kasih komentar.
salam,
sli.
(Tjeng Som Liem)
Dian Poerwito
September 26, 2006 13:10

Hallo,

Aku dapat kiriman foto2nya Boen Houw, kamu ini siapa aku sudah lupa lho, sudah 36 thn yang lalu.

Katanya Non, kamu masih kenal kamu tapi aku sudah ga ingat lagi.

Kalian tinggal dimana sekarang, apa kalian bisa kirim foto2 kalian sehingga aku mengenali kembali?

Aku adalah kakaknya Boen Houw, yang ikut cari dia waktu hilang di G. Pangrango selama 2 minggu, sudah hampir dinyatakan hilang, tapi akhirnya rekan2 dari WANADRI dan teamnya Herman Lantang serta MENPOR dan teamnya Ariestides Katoppo berhasil menemukan dia, didalam air terjun.

Boen Houw (Arief Koesnanto) hilang bersama temannya pendaki dari Fak.Kedokteran UI namanya Willy Boentaran, sampai sekarang tidak ada yang bisa cerita apa sebab kematian dia, semuanya hanya perkiraan saja. Barang2 nya Boen Houw semuanya balik dan kita kasihkan ke Wanadri Bandung, kalau aku ga salah ingat.

Terima kasih atas foto2 kalian.

Kind regards,
Dian Poerwito
Freddy
September 26, 2006 13:11

Dear Dian,
Aku adalah Freddy, teman sekelas BH di Loyola, juga teman main2 radio waktu itu.
Aku ikut pencarian BH sampai ketemunya, mungkin kita hanya ketemu di Jl. Sadang (rumah cik Threes) waktu pencarian dulu.
Aku dapat gambar2 ini juga dari teman2 Loyola yang tidak menduga bahwa ternyata ada teman (Hing Tjhwan= Djono) yang masih punya foto2 BH sedemikian lengkap. Dia juga buatkan file khusus untuk foto2 BH ini di http://semarangan.net/BoenHauw
Silahkan lihat kalau sempat. Beliau tinggal di Germany sekarang, sedangkan aku kembali kekampung di Semarang.
Suatu kenangan yang tiba2 timbul kembali setelah puluhan tahun lamanya, mudah2an bisa mempertemukan kita2 semuanya lagi.
Salam dari Semarang.
Freddy.
Arianto K
September 27, 2006 16:21

Hallo2,
Dari pembicaraan kita di email setelah foto2 BH di edarkan mas Djono, terdapat seorang lagi saksi kunci yang belum berhasil ditemukan, beliau adalah Kok Tjiang (Panggilannya Kay Pang menurut Hauw Liem, katanya masih saudara sama BH). Teman se kostnya, Go Hong Sing sudah cerita bahwa sebelum naik gunung, BH main ke kost nya di Makaliwe dan sesudah kejadian Kok Tjiang ikut naik gunung mencari.
Hong Sing dan Kok Tjiang juga mencari paranormal di kota.
Mungkin kalau Kok Tjiang ini bisa cerita akan terungkap lebih banyak lagi hal2 yang belum terbuka sekitar BH
Aku sekarang ingat, betul nama taciknya BH adalah Dian, dulu kuliah di FK Trisakti, kost di deretan kantor pos Jl Dr Muwardi Grogol.
Pernah aku ke Djati Petamburan dan lihat kuburan BH, ada hal yang aku ingat ditulis lahir 17 Agustus 1950, ini istimewa, tanggal keramat makanya aku selalu ingat. Aku nggak tahu kalau sudah di bongkar dan sudah di kremasi.
Buat YBD, selamat reuni, nanti foto2nya kirim ya, kita tunggu beritanya.
Salam, Arianto.
Dian Poerwito
September 27, 2006 18:35

Aku seperti blackout waktu ngurusin BH dari cari di gunung sampai penguburan aku ga ingat lagi siapa2 yang datang.
BH dulu masuk FK di Univ. Islam Jakarta, temennya cewek2 juga banyak,malah dia pernah cerita kalau teman kuliahnya pernah celana dalamnya merosot segala.
Waktu di fakultas dia sempat jadi pelatih basket ball, pokoknya favorit dia sih banyak.
BH sehari sebelum berangkat mendaki gunung mampir di kostku di Muwardi Raya, tiba2 datang didepan jendela waktu itu aku sedang belajar untuk ujian pathologie dan dia ngomong: “Ci aku pamit mau mendaki gunung sama anak UI, nanti lama lho ga ketemu” setelah dia hilang baru aku sadar akan kata2 BH pada waktu itu.
Tahun pertama aku ga krasan tinggal di Jkt, dan dia selalu menghibur aku dgn naik DKW biru pergi jalan atau pergi makan di pasar grogol atau nonton bioskop.

Kind regards,
Dian Poerwito
Kho Han Tjioe
September 28, 2006 10:19

Halo teman2, selamat akan reuni antar sahabat dan keluarga Boen Hauw.
Dian, lha saya masih ingat kamu. Termasuk tinngi dan sterek. Aku dulu sering ke rumahmu latihn nyanyi sama Boen Hauw. Aku Han Tjioe, masih ingat aku? Dulu kamu tidak dipanggil Dian, dan aku sdh lupa nama kamu dan adik2. Dulu semua tahu namanya. I-iek ku Nyoo Kiem Hwa kawin dengan familymu Ong Ngo Hwat, juga jualan kelontong di Djohar kaya Papi dan Mamimu, rumahnya di Ngambengan, Jl. Mataram. He, he, he, lucu ya setelah 37-38 thn ketemu lagi di internet. Mamie masih sehat? Papie n Mamie tinggalnya dimana sekarang? Kirim salam dan hormat untuk mereka dari aku. Keluargamu kenal bener sama aku, seperti juga dengan Bing Djien. Salam dulu deh buat kamu dan keluarga, juga buat teman2 semua. Mengenang Boen Hauw, bisa bikin awet muda, apalagi kalo lagi susah, soalnya bisa mesem2 sendiri ingat yg lucu2 sama dia itu. PBH kan banyak guyonannya, dan selalu ada aja yg baru. Orangnya sangat kreatif jadi humor atau nyelelek, tetap aja juga kreatif jadinya. Kalo latihan nyanyi sama aku mimiknya anstil lho, sambil matanya setengah merem2 gitu. Trus mbilangi aku, kalo nyanyi suara kita dibikin "ulem" (ini istilah aku dapatnya dari dia tuh), cuma ya ketangkep juga maksudnya ulem itu empuk gitu lah. Eh dia juga ajari aku katanya kalo nyanyi pakai suara nafas. Tau gak? Maksudnya itu lho suaranya dibikin sedikit berdesah gitu, dan efeknya kalo di mike kan bagus gimana ..... gitu. Ha ha ha , pokoknya asyik deh. Ntar kalo ketemu Bing Djien biar dia sendiri yg nambahin, soalnya kita dulu sering kumpul di rumahnya, dan YBD tahu bener tingkah polah kita dan tentunya Boen Hauw, nyanyi bareng sedikit goyang gaya2an maksudnya mau niru Everly Brothers or Blue Diamonds. Sekali lagi banyak senang ber-hahahihi kumpul konco lama, semuanya menyenangi PBH!
Salam, August Handoko Kho Han Tjioe
Freddy
September 28, 2006 19:00

Tjwan Hauw & teman2 lain,
Kalau baca tulisan Hong Sing ini, kemungkinan dia dan Kok Tjhiang ini yang barengan dengan aku ke Oom Handoyo di Krukut sewaktu pencaharian BH yah.
Aku ingat barengan dengan 2 orang, tapi lupa siapa orangnya dan dimana mereka sekarang.
Waktu itu karena kemaleman, sudah sulit kendaraan ke Sukabumi, akhirnya kita minta tolong sama polisi dan dianter naik Volvo yang saat itu udah keren banget deh, dari Jakarta sampe ke Cisaat, dekat Sukabumi tempat pusat komando pencarian BH.
Aku juga masih ingat ada famili lain dari BH, kalo ndak salah namanya Lany, naik mobil Opel Rekord, stir kiri, yang pernah aku setiri dari Cisaat sampai ke Jakarta malem2 bareng2. Ngga tahu dimana dia sekarang.
Memang menurut Oom Handoyo, Willy diganggu siluman cacing, makanya waktu ketemu, jenasahnya sudah belatungan, karena sebagian badan kecelup air, sebagian lagi kering. Dia jatuh ditebing dengan ransel punggung masih menempel, jadi tulang punggungnya patah. Team pencari tidak melihat tanda2 ditepi tebing, hanya mencium bau menyengat sehingga dilacak kearah bau, dan ketemu jenasahnya. Waktu di Oom Handoyo, kami tanya tentang BH dan Willy, si Oom cuman bilang Willy sudah meninggal, tapi BH masih tapi sudah lemah sekali, ternyata Willy ditemukan beberapa hari sebelum BH ketemu.
Kalau menurut si Oom, BH diganggu siluman ikan, makanya dia ketemu dalam kolam air, disaat kami akan menghentikan pencaharian, karena sudah waktunya ujian. Padahal kolam itu tempat rombongan pencari tiap hari kumpul2 lho, kok ketemunya pas saat mau ditinggal pulang, jenasahnya baru muncul. Kebiasaan kami, mesti berdoa menurut agama masing2 sebelum berangkat turun, saat berdoa itulah anak dari Wanadri - Bandung berteriak, karena dia melihat ada sesuatu yang mengambang didalam kolam. Sewaktu dia terjun, ndilalah ada yang mengingatkan dia untuk diikat dulu, jadi dia balik ketepi dan diikat badannya, baru ketengah dan berteriak bahwa ada orang tenggelam. Ternyata sewaktu ditarik, beratnya bukan main, padahal barang ngambang dalam air lho, se-olah2 tarik2an dengan siluman ikan nya, dan setelah sampai ketepi, baru kelihatan dia adalah BH.
Weleh... kalau semua diceritakan bisa sak koran nih.
Udahan dulu akh, baru mulai bisa ngetik 10 jari lagi kok.
Sampai jumpa.
Freddy.
Hedwig
September 29, 2006 12:08

Halo semua,

Saya sangat surprised dapat berita begini banyak tentang Boen Hauw. Sorry sebetulnya nggak ada yang ku kenal dari teman2 yang di milis ini, kecuali Freddy dan Noniek. Yang pasti, hati kalian, sedikit maupun banyak telah tergores oleh seorang special. Demikian juga denganku.

Memang Boen Hauw agak lain dari kita semua. Selalu on the go dan se-olah2 tidak takut dengan hidup. Bayangkan kita semua seperti dia, tiada care di dunia ini dan menikmatin every moment of it.
Maka dari itu, berlawanan dengan apa yang gurunya bilang tentang bahwa dia malas, Boen Hauw sebetulnya tau bahwa dia bisa melakukan yang dia nikmatin tanpa belajar dan hasilnya masih dapat nilai pas2 an. Se-olah2 dia tahu, kehidupan sangat pendek, have fun while you can.

Yah, saya salah satu teman dari Boen Hauw dan sebetulnya sama sekali nggak tau di mana kami berkenal.
Waktu itu saya juga masih sangat naive dan hanya ingat sedikit2 saja, alias sekarang mempunyai senior moments ...heh..heh..heh..
Yang aku ingat, Boen Hauw sangat tinggi dan kalau diboncengin naik vespanya, wah seluruh badannya menutupin pemandanganku :( Yang kuingatin juga, dia selalu pakai sandalan dan kelihatan jari2 kakinya.
Suatu kali dia juga membawa aku ke Loyola College, aku kira di aula karena disitu bisa ditemukan pemain band. Dan yah, dia menyanyikan satu lagu chusus untukku, "First of May", and yes terkaan kalian benar, lagu dari the Beegees. Betapa special aku rasakan, tapi nggak tau bagaimana meng-expressed-kan perasaan ini kepadanya.

Saya pindah ke AS achir tahun 1969, sebetulnya tiba disini tepat tanggal 31 December. Mendarat di Los Angeles dan telah pindah2 beberapa kali, dari California Selatan sampai Pennsylvania bagian timur. Sekarang tinggal di San Jose, California Utara.
Benar berita dari Indonesia kudengar bahwa ada kecelakaan dengan Boen Hauw, tapi rasanya berita itu tidak benar. Ku tetap tidak percaya, hanya sampai kudapat berita dari Freddy kira2 5 tahun yang lalu baru aku sadar bahwa Boen Hauw sungguh telah tiada.

Cukup sekian sedikit comment dari ku untuk peringatan Boen Hauw. Bukan mengingatkan kepergian Boen Hauw tapi peringatan kehidupannya. He has touched our lifes.
Boen Hauw telah meninggal waktu dia melakukan apa yang dia sukai, mendaki gunung.
Teman2 yang di NL ataupun di Indonesia, selamat berkumpul untuk kenangan Boen Hauw. Dan ingat, life is short, make the most of it ............. and spend quality moment with your loved ones.

Salam hangat,
Hedwig
Freddy
September 29, 2006 13:29

Memang aku ngga nyangka kalau kamu punya koleksi foto2 begitu hebat yah. Aku juga cc emailsku ke Hedwig, orang yang digandrungi BH sampai mati. Aku ketemunya Hedwig juga lewat internet dan tidak sengaja., baru tahun 2002. Dia dulu tinggal di Pringgading juga, nomor 14, sekarang sudah tinggal di San Jose - California. Waktu itu kan aku masuk kamar BH dan lihat diranjang susunnya terpasang foto cewek diapit 2 lagu, smile for me dan take my hand for a while yang selalu dinyanyikan dia. Dan foto itu adalah foto Hedwig.
Kalo menurut tantenya BH, dia baru patah hati ditinggal ceweknya keluar negeri. Hedwig sekeluarga pindah ke California tgl. 1 January 1970. Tadinya dia ngga percaya kalo BH sudah meninggal, tapi sekarang sudah bisa menerima.
Dan dia sangat senang dapat lihat foto2 kenakalan BH. Kamu kenal dia ngga?
Mungkin kapan2 bisa ketemu dia yah.
Freddy.
Noniek
September 29, 2006 15:11

Dear all

Saya sangat terharu, speechless, and nangis (dikit sih....) waktu saya baca your emails about Boen Hauw. Perasaan campur aduk antara surprise, senang, sedih, bangga, etc.....etc......pokoknya ndak karu2an lah...... You may not believe me, tapi kalau saya lagi kangen atau ingat Boen Hauw, saya selalu inget Anda-2 without knowing where you are before. Especially you ko Djono and ko Bing Djien. Saya ingat bener, you were my brother's closest friends. Ko John/Hing Tjhwan (yang dulu kurus kan?, pernah jatuh di Simpang 5 naik Vespa en kalau lihat darah pingsan? even darahnya sendiri......hehe....) dan ko Bing Djien (yang agak pendiam?? en papanya dokter gigi di jl. gajah mada). It's still fresh in my mind, though. How are you guys?. Udah pada punya cucu barangkali ya.

Untung masih ada ko Freddy yang masih kontak, jadi saya berasa masih punya koko (yang baru aja stroke ringan, so I sms him supaya jangan bandel). Saya juga inget bener, ko Han Tjioe adalah partner nyanyi (Everly Bros van Semarang dijaman itu.........suka nyanyi di party & bazaar2 gitu kalau ga salah). Kalau ko Swan Bing sekarang ada di mana ya?. Nek ga salah ada juga Mas Sulis (dulu naik Vespa juga)........and many more..... karena memang BH mudah bergaul sama siapa aja. BH's friends might not know me, karena waktu itu saya "hanya" pengamat dan kadang2 suka disuruh2 ambilin minum temen2-nya kalau pada datang, At that time saya baru SMP..........misih cilik katanya........huahaha........

Just to update you, 2 tahun yang lalu tepatnya di bulan April 2004, kami mengkremasikan jenasah BH. Selama ini makamnya adalah di Jati Petamburan dan saya yang in charge untuk perawatan makamnya. Belakangan saya sering di "rong-rong" sama penjaga/preman2 Petamburan, pokoknya tidak menyenangkan waktu itu. Sampai2 kalau mau ke Petamburan saya was-was dan "sebel". Akhirnya kami memutuskan untuk membongkar dan mengkremasi saja. Dikremasi di Cilincing, didahului oleh misa oleh Romo Rohadi lalu abunya ditabur di teluk Jakarta. Mami, papi, kita sekeluarga hadir, juga ada Mas Bambang tetangga sekaligus sahabatnya (yang sekarang udah jadi Brigjen.Pol). Teman-teman BH yang lain tidak sempat dikontak karena memang waktu itu ga tahu dimana mereka. Sejak itu.......entah kenapa......perasaan saya legaaaaa sekali..........the feeling of letting him go.........difficult to describe..........

Sudah lama saya tinggal di Jakarta, yang di Semarang tinggal Rudy, adik paling kecil. Rumah Jl. Seroja sudah lama dijual dan sekarang udah jadi toko. Foto2 BH masih banyak di Semarang. Mami (81th) en Papi (83th) tinggal sama aku di Jakarta, Ma sudah mulai pikun en Pa sakit2an. Papi sempat sakit agak mengkhawatirkan sampai Dian "didatangkan" dari Holland but he's ok now.

Well, saya udah ngomong kebanyakan. Saya seneeeeng banget kita bisa dipertemukan lagi di cyberspace, please keep in touch ya.

salam,
non;p
Sulistijo
September 29, 2006 15:13

Dear Noniek, Cik Dian dan teman2 semua,

Saya Sulistijo, teman sebangku (duduk jejer) dikelas 3D dengan PBH. Saya terus terang getun juga begitu Noniek beritahu bahwa bahwa tahun 2004 ada kremasi jenazah PBH tetapi kami yang tinggal diselatannya Jakarta tidak tahu(salah kami juga kok tidak berusaha cari kontak dengan keluarga nya), kalau tahu pasti kami hadir.
Dulu saya sering main ke Serodja (benar kata Noniek, naik Vespa) dan kalau tidak salah sering ketemu Noniek dan beberapa kali ketemu Cik Dian. Kalau nyanyi saya tidak bisa lha wong suara saya blero. Hobby saya waktu itu fotography, motret sendiri dan afdruuk sendiri(masih foto hitam putih, belum berwarna).
Dalam e.mail group Loyola69, saya sharing kan ke teman2 foto2 sewaktu SMA dan banyak juga foto2nya PBH. Malah beberapa tahun y.l. ada usulan dari beberapa teman untuk merencanakan Cing Bing(Ceng Beng) kemakam ex Pater2 dan guru Loyola dan juga teman2 seangkatan yang sudah mendahului kita dan ada yang mengingatkan bahwa makam sahabat kita PBH di Jati Petamburan (saya agak lupa apakah Swan Bie atau Tiauw Hok atau Bwan Tong atau Bing Djien yang mengirimkan foto makamnya PBH) melalui e.mail.
Sebagai teman sebangku saya sangat ingat bagaimana kami se hari2 ngobrol sampai hal-hal yang sangat pribadi. Sangat terasa sekali saya kehilangan seorang sehabat dan teman sebangku (waktu itu saya baru mulai sekolah di Bandung, saya juga kecewa tidak bisa ikut mencari sahabat saya karena peraturan yg sangat ketat katrena baru semester I).
Kami yang ex Loyola69 masih saling komunikasi dan beberapa bulan lalu Bing Djien dengan Lioe yang liburan dari DenHaag sempat mampir dan bersedia bermalam dirumah (di Cinere) kami sangat senang sekali bisa bersama2 jalan2 ke Bandung ketemu dengan Chu Hwie (dr.Widyo) yang sekarang Dirut RSBorromeus, Ruben dan Siong Liang.
Bulan Agustus yang lalu L69 mengadakan reuni di Bandungan dan Semarang, yang jadi Panitia teman2 yang di Semarang (a.l. Bing Tjoan/Freddy, Gwan Thay, Kiem Tjong dan Sien Hong dan banyak lagi).
Saya masih bekerja sebagai karyawan di Perusahaan Oil & Gas, perusahaan swasta nasional yang sudah Go Public dan Go International (tapi bukan yang membuat bencana Lumpur lho) dan sebentar lagi saya pensiun(dinegara kita ini kan usia pensiun 55-56, lain dengan dinegara maju bisa 65-68).

Salam,
PMSulistijo
Freddy
September 30, 2006 16:36

Pada waktu pencaharian BH, waktu aku sedang di Jakarta, nginep dirumah BH di Jl. Sadang, pas malam Jumat Kliwon.
Aku tidur berdua dengan Phytagoras - YBØGP, tetangga sebelah rumahnya BH. Menjelang tengah malam, aku terbangun, karena mendengar kayak ada orang merintih atau menyanyi gitu. Dan jelas aku melihat BH dengan tangan kelihatan sedang seperti berdoa rosario, tapi kok ngga ada rosarionya. Tiba2 aku tersadar dari halusinasiku karena aku dipukul oleh Phyta dengan keras sambil ber-teriak2 histeris dan tampang ketakutan banget, mendelik2 ngliatin aku aja. Aku mencoba menenangkan dia, tapi semakin aku dekatin dia semakin ketakutan dianya dan teriak2 tapi ndak jelas omongannya. Akhirnya aku bentak dia, suruh dia nyebut, (istilah doa dalam islam), baru setelah dia nyebut dan sadar, dia nangis sambil pelukin orang yang habis dipukulinya. Teriakannya membangunkan seisi rumah, aku lupa siapa aja, mungkin ada Dian, Noniek yang pasti adalah cik Threes, tantenya BH yang ngga mau aku panggil tante.
Mereka pada nanya2, dan akhirnya aku ceritakan apa yang aku lihat. Baru aku tahu dari Noniek atau Dian, bahwa memang rosario BH ketinggalan di Semarang saat terakhir dia pulang dan minta diulang tahuni untuk terakhir kali beberapa minggu sebelumnya. Rosario ini biasanya selalu dikalungkan dilehernya, (kelihatan dibeberapa fotonya, terutama foto yang di Merbabu), tapi waktu terakhir pulang Semarang ketinggalan, dan karena ngga sempat diambil lalu mau dipaketkan sama papi Hoey Tiong, dan malam itu rosarionya masih dirumah. Jadi BH naik gunung kali ini rosarionya ketinggalan, ngga dipakai. Akhirnya kita jadi ketakutan, ngga bisa tidur. Saya keluar rumah, jalan2 dikampung sama Phyta, baru dia bisa cerita, bahwa dia melihat saya seperti orang hitam yang besar sekali mau nyekik dia, makanya dia ketakutan dan teriak2. Mungkin saat itu BH menginginkan rosarionya?? Ngga tahu deh.

Saya masih kehilangan kontak dengan Phytagoras, dia pasti ingat kejadian malam itu.
Well guys, have a nice weekend dan reunion.
Salam dari Semarang.
Freddy.
Freddy
September 30, 2006 16:47

Cik Threes pernah cerita waktu itu, kalo mBoen Hauw suka nyanyi2 sambil tangannya bergaya kaya nyanyi dipanggung, tapi sambil tiduran diranjangnya. Karena penasaran aku lalu masuk kamarnya, ternyata ada foto cewek diapit 2 text lagu "smile for me" dan "take my hand for a while" diranjangnya. Ranjangnya kan ranjang susun, foto dan text lagu itu ditempel di langit2 ranjangnya. Aku langsung kenalin foto itu, karena cewek itu sering lewat rumahku dan aku juga sering lewat rumahnya waktu itu. Dia Hedwig Tan, sekarang Hedwig Harkins.
Memang kenangan2 Mboen Hauw tidak seketika bisa datang semua, tapi pelan2 keluar dewe2, sudah terlalu lama sih.
Temen2 yang ada cerita2 tentang dia bisa sharing dong.

Aku duduk manis lagi.
Freddy.
PMSulistijo
October 2, 2006 12:41

Freddy,
kemarin jadi minta intensi/ujub untuk PBH dalam Missa ke-2 jam 08:00 di Gereja St.Mathias - Cinere(yang mempersembahkan Missa Romo Harry) .... aku kok merasa PBH ada didekat altar terutama saat aku terima komuni dan pada waktu aku kembali kebangku mau berlutut, suara khas-nya panggil2 namaku jelas sekali sampai aku tolah-toleh cari asal suara tsb... PBH sudah bahagia, meski perginya dulu tanpa berkalung Rosario.
Noniek juga bilang kalau sudah tidak sedih lagi ... tetapi bagaimana begitu tetap mengenangnya...

salam,
PMSulistijo
Yeu Bing Djien
October 2, 2006 12:49

Hallo semuanya,
Lagu The Bee Gees "First of May" (1969) memang adalah lagu favorit Boen Hauw, ..... wah ternyata ada sejarahnya yang tersembunyi. Selain itu Boen Hauw juga punya favorit dua buah lagu The Bee Gees lainnya yaitu "Lamplight" (juga 1969) dan "The Singer Sang His Song" (1968), sering dinyanyikannya, terasa sangat melancholic, .... mungkin Boen Hauw merasa kehilangan seseorang.

BD.
First Of May

When I was small, and christmas trees were tall,
We used to love while others used to play.
Dont ask me why, but time has passed us by,
Some one else moved in from far away.

(chorus)
Now we are tall, and christmas trees are small,
And you dont ask the time of day.
But you and i, our love will never die,
But guess well cry come first of may.

The apple tree that grew for you and me,
I watched the apples falling one by one.
And I recall the moment of them all,
The day I kissed your cheek and you were mine.

(chorus...)

When I was small, and christmas trees were tall,
Do do do do do do do do do...
Dont ask me why, but time has passed us by,
Some one else moved in from far away.
Hedwig
October 2, 2006 12:51

Kemarin hari Sabtu, aku putarkan cd dari kumpulan2 lagu lama yang aku ingat dari Indonesia. CD yang aku beli waktu berada di Indonesia untuk pertama kali sejak setelah 32 tahun berada di sini.
Yang pertama koq lagu dari the Thunderbirds yang aku dengar, "You were made for me to love". Juga ada "Smile for me" oleh The Tigers.
Sorry BingDjien, sejarah yang tersembunyi nggak bisa aku gali. Somehow telah terpendam terlalu dalam, dan mungkin telah hilang.
Naniek
October 22, 2006 04:38

Friendship
by : Unknown, Henry Gibson

There's a miracle of Friendship
that dwells within the heart,
And you don't know how it happens
or where it gets its start...
But the happiness it brings you
always gives a special lift,
And you realize that Friendship
Is God's most perfect gift.









   Remember me
Hilang   Schoolmates   RIP   Return to Main Menu